Jangan Salah Pilih, Ini Ciri Fintech Lending yang Aman dan Terpercaya

Dalam membangun suatu usaha atau bisnis tentu tidak dapat kita lepaskan dari yang namanya modal. Namun kita juga tahu bahwa tidak mudah bagi pemilik bisnis untuk mendapatkan permodalan usahanya. Entah itu dari persyaratan yang tidak memenuhi, tidak adanya agunan atau jaminan hingga lembaga permodalan yang kurang terpercaya.

Dari masalah ini munculah banyak lembaga permodalan yang memberikan kemudahan pendanaan untuk bisnis maupun UMKM di Indonesia. Salah satu yang kini tengah menjamur dan banyak dipilih adalah Fintech Lending. Sebab fintech umumnya telah menggunakan kemajuan teknologi untuk kemudahan pengajuan modal.

Selain itu, fintech juga menjadi wadah atau tempat bertemunya penyedia modal atau investor dengan pengusaha yang membutuhkan modal. Baik untuk berinvestasi maupun pengajuan modal tentunya kita harus memilih fintech yang terpercaya dan aman. Karenanya Anda harus tahu bagaimana ciri-ciri fintech yang aman untuk pengajuan modal dan berinvestasi.

8 Ciri Fintech Lending yang Aman Untuk Permodalan dan Investasi

Tidak semua fintech yang ada di Indonesia telah terdaftar secara resmi di OJK, jadi jangan sampai kita memilih fintech yang ilegal. Sebab transaksi pada fintech ilegal tentunya tingkat keamanannya kurang terjamin. Bila Anda ingin mengajukan modal atau berinvestasi melalui fintech, ciri fintech yang aman dan terpercaya dapat dilihat pada :

1. Pengawas atau regulator

Ciri pertama yang yang utama adalah pastikan fintech telah terdaftar dan mempunyai izin resmi dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. OJK ini akan menjadi regulator atau pengawas yang menjamin keamanan dalam proses transaksi pada fintech tersebut. Dengan begitu Anda akan lebih aman dan nyaman sebagai konsumen dari fintech tersebut.

2. Mempunyai kantor resmi dengan alamat yang jelas

Fintech yang aman dan terpercaya juga pastinya akan mempunyai kantor resmi dengan alamat yang jelas. Jadi berhati-hatilah apabila sebuah fintech tidak mempunyai alamat kantor yang jelas. Dengan adanya kantor resmi akan memudahkan Anda bila terjadi masalah dalam transaksi yang tidak bisa diselesaikan secara online.

3. Mudah tidaknya persyaratannya

Persyaratan yang diajukan juga bisa menjadi ciri selanjutnya, fintech ilegal umumnya mempunyai persyaratan yang lebih mudah dibandingkan yang legal. Fintech legal tentunya membutuhkan beberapa persyaratan dan proses untuk menentukan kemampuan dan credit scoring Anda, barulah mereka akan mencairkan dana.

4. Pengaksesan data pengguna

Berbagai persyaratan yang diajukan tentunya membuat fintech mengetahui data pribadi Anda, pastikan memilih fintech terpercaya agar data tersebut tidak disalahgunakan nantinya. Fintech yang legal umumnya hanya diberikan izin untuk mengakses kamera, mikrofon dan lokasi gadget Anda.

Bila aplikasi fintech meminta untuk mengakses kontak, maka Anda wajib berhati-hati. Selain itu pastikan fintech mempunyai sertifikat ISO 27001 untuk memastikan keamanan data pribadi Anda.

5. Bunga

Fintech terpercaya tentu akan menyebutkan besaran bunga yang akan dibebankan kepada Anda, jadi bila fintech terkesan menyembunyikan bunga maka berhati-hatilah. Berapa bunga dan denda maksimal yang dapat dikenakan pada konsumen sendiri telah diatur dan diberitahukan oleh OJK. Besaran bunga sendiri telah ditetapkan yaitu tidak lebih besar dari 0,8% perharinya.

6. TKB90 & TWP90

TKB90 atau tingkat keberhasilan 90 belakangan ini menjadi syarat wajib dari OJK kepada fintech untuk ditampilkan. Tujuannya adalah agar tingkat kredit bermasalah tetap berada di nilai yang rendah, nilai TKB90 yang semakin tinggi akan menekan angka NPL.

Sebagai informasi, TKB90 merupakan ukuran dari tingkat keberhasilan sebuah fintech dalam memberikan fasilitas penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dengan jangka waktu hingga 90 hari dari waktu jatuh tempo.

7. Cara melakukan penagihan

Bagaimana cara sebuah fintech dalam menagih juga harus menjadi perhatian kita. Sebab cara penagihan yang salah seperti berkata atau bersikap kasar, mengancam hingga membahayakan nyawa tentu melanggar hukum. Fintech legal mempunyai cara tertentu dalam melakukan penagihan yang mana hal ini telah diatur oleh OJK.

8. Layanan customer service

Ciri terakhir dari fintech yang aman dan terpercaya adalah adanya sarana yang menampung saran, kritik dan pengaduan konsumen untuk segera ditindaklanjuti dan melaporkannya kepada OJK. Pelayanan yang baik dan cepat tentunya akan membuat kita merasa nyaman dalam melakukan pinjam meminjam pada fintech tersebut.

Itulah beberapa ciri-ciri fintech yang aman dan terpercaya yang bisa dipilih oleh pengusaha maupun CEO UMKM. Dari semua ciri tersebut, Amartha telah mempunyainya sebagai fintech yang berfokus pada pengembangan UMKM.

Lebih khususnya adalah pada sektor UMKM yang dijalankan langsung oleh perempuan terlebih ibu rumah tangga. Sebab Amartha memang berkomitmen untuk membantu perekonomian keluarga Indonesia sebanyak mungkin. Dapatkan kemudahan pengajuan modal dengan bunga ringan bersama Amartha.

Selain itu, Amartha juga menjadi tempat berinvestasi yang aman dan terpercaya. Melalui program #100RibuSejutaPeluang yang tengah dilakukan, Akan memudahkan Anda dalam berinvestasi.

Cukup dengan modal kecil yaitu 100 ribu saja, Anda akan membantu kami dalam menciptakan 1 Juta Peluang usaha untuk UMKM Indonesia. Untuk info lengkapnya bisa Anda dapatkan di https://amartha.com/ dan dapatkan berbagai kemudahan pengajuan modal dan berinvestasi bersama Amartha.

 

Posted on

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.